Android Dev Summit 2019

Android Dev Summit 2019 Recap : 5 Update Baru di Android Studio 3.6+ dan 4.0+

Android Dev Summit 2019 Recap: 5 Update Baru di Android Studio 3.6+ dan 4.0+

Tahukah kamu bahwa pada tanggal 23-24 Oktober 2019 yang lalu ada event spesial untuk developer yang diadakan di kantor Google di Mountain View, California, Amerika Serika. Event ini menyuguhkan berbagai macam update terbaru seputar Android dan perkembangan di masa depan. Salah satunya yaitu update terbaru yang akan muncul di Android Studio 3.6 dan 4.0. Sebagai informasi, sekarang Android Studio terbaru masih berada di versi 3.5.1 saat tulisan ini ditulis. Wah, pasti sudah penasaran nih apa saja ya fitur-fitur baru yang akan ada?

Highlights yang Kamu Wajib Tahu

Yuk kita simak highlight yang perlu teman-teman ketahui dari acara Android Dev Summit ini:

#1 Jetpack Compose Support

Jetpack Compose adalah salah satu elemen baru pada Jetpack yang digadang-gadang sebagai the new modern user interface toolkit. Dengan menggunakan Jetpack Compose, kamu akan merasakan pendekatan baru dalam membuat sebuah aplikasi. Kamu bisa , di mana pun itu, membuat kode untuk desain dan logic dalam satu file Kotlin. Ini tentunya akan membuat kodenya menjadi lebih ringkas dan mudah dibaca.

Jetpack Compose is a modern toolkit for building native Android UI. It's based on the declarative programming model, so you can simply describe what your UI should look like, and Compose takes care of the rest—as app state changes, your UI automatically updates. Because it’s built on Kotlin, it's fully interoperable with the Java programming language and has direct access to all of the Android and Jetpack APIs. It’s compatible with the existing UI toolkit, so you can mix and match classic and new views, and it’s designed with Material and animations from the start.

Live-preview dari Jetpack Compose di Android Studio 4.0

Nah, sebenarnya Jetpack Compose ini sudah dikenalkan sejak Google I/O 2019 kemarin, namun pada Android Dev Summit ini, Google mengumumkan support-nya mulai dari code completion, live preview, dan sample app-nya pada Android Studio 4.0.

Di sini juga dikenalkan 3 tombol untuk berpindah antara mode Text, Split Text-Design, dan Design, sehingga kamu bisa berpindah antar mode dengan cepat.

 

#2 Motion Editor

Sudah tahukah kamu bisa membuat animasi keren pada suatu komponen dengan menggunakan MotionLayout (bagian dari library ConstraintLayout). Bayangkan bahwa komponen ini adalah gabungan dari property animation framework, TransitionManager dan CoordinatorLayout dalam satu komponen. Keren bukan?

Dan kabar baiknya sekarang, Android Studio 4.0 menghadirkan fitur visual design editor yang membuat anda lebih mudah dalam membuat animasi dan melihat hasil jadinya. Sebelumnya, untuk mengedit sebuah animasi, kamu perlu melakukannya secara manual pada masing-masing file XML. Nah, sekarang beda, Motion Editor akan men-generate kodenya secara otomatis untuk anda, yaitu kode untuk start and end state, keyframes, transitions, dan timelines.

Contoh implementasi animasi pada Motion Editor

Wah, enak ya. Semakin lama kita makin termudahkan dalam membuat aplikasi nih.

#3 Layout Inspector

Pernahkah kamu mencoba Inspect Element suatu web menggunakan browser Chrome? Nah, sekarang kamu juga bisa melakukan hal yang sama untuk aplikasi anda, namun lebih keren! Bukan hanya sekedar inspect element,  kamu da juga bisa melihat data yang ditampilkan bersumber dari mana. Selain itu kamu  juga bisa melihat tampilan layout anda dalam bentuk 3D. Wow!

Tampilan 3 dimensi pada Layout Inspector

Dengan begitu anda bisa melihat layer per layer komponen apa saja aplikasi yang anda buat.

 

#4 Emulator

Ada hal menarik yang baru lho di emulator yang baru. Beberapa fitur tambahan yang bakal ada pada Emulator selanjutnya yaitu:

–  Emulator Multi Display Support

Multi Display pada Emulator

Anda bisa membagi/split emulator anda menjadi berbagai ukuran dengan state yang berbeda-beda, dengan maksimal 3 bagian. Ini akan memudahkan anda untuk tes dua aplikasi yang saling terhubung.

 

–  Google Maps Emulator Integration

Google Maps di dalam Emulator

Dengan adanya integrasi Google Maps pada emulator, kita bisa melakukan simulasi routing (perjalanan) antara satu titik ke titik lainnya dengan lebih detail dan akurat. Hal ini karena emulator akan menjalankan simulasi sesuai dengan route yang dihasilkan dari Google Maps, bukan hanya jalan lurus saja.

 

#5 Performance Improvement

Semakin banyak fitur, bukan berarti performanya semakin jelek. Itu yang sedang diusahakan di dalam Android Studio. Berikut beberapa peningkatan performa yang berhasil mereka lakukan:

  • Penurunan 60% freeze time.
  • Penurunan 40% UI hang.
  • Memperbaiki lebih dari 50 memory leak.
  • Penurunan 23% kegagalan saat sinkronisasi gradle.
  • Lebih cepat 57% dalam kecepatan deplyment.

Peningkatan kecepatan build time, lebih cepat dari versi sebelumnya yang semakin lama.

 

Kesimpulan

Berikut adalah summary dari sesi “What’s new in Android Studio” yang berisi fitur-fitur yang akan release pada dari versi 3.6 dan 4.0:

Anda juga bisa melihat video rekaman dari sesi tersebut untuk melihat apa saja yang baru di Android Studio dengan lebih detail.

Okay, Google sudah bekerja keras dengan melakukan banyak perubahan yang mempermudah kita dalam mengembangkan aplikasi android. Tinggal kitanya saja yang mau bekerja keras untuk membuat aplikasi atau tidak. 🙂

Yuk cuss bikin aplikasimu sekarang juga! Mau langsung belajar di Dicoding juga bisa. Seperti ini alur belajar Android di Dicoding:

Android Dev Summit 2019

Tertarik memulai? Amankan paket langganan kamu di Tokopedia.com/dicoding dan dapatkan merchandise menarik dari kami sebagai hadiahnya.

Android Dev Summit 2019 Recap: 5 Update Baru di Android Studio 3.6+ dan 4.0+ – end

Belajar mengembangkan aplikasi atau game dengan kurikulum yang telah divalidasi langsung oleh industri dengan Dicoding Academy.

Belajar di Dicoding Sekarang →
Share this:

Academy Content Writer Dicoding Indonesia