Anak Kampung yang Merasa Terpaksa Kuliah IT, Kini Sukses di BUMN

Cerita Fadilla Rahim Lulusan Program Intensif Dicoding

Apa kamu salah satu dari banyaknya mahasiswa yang masuk jurusan informatika karena tergiur prospek kerja bagus, tapi merasa menyesal karena tidak sesuai passion?

Kamu tidak sendirian. Fadilla Rahim (24) juga merasakan hal yang sama. Namun, berkat tekad kuatnya ingin menyejahterahkan keluarga, Fadil mampu bertahan di jurusan informatika.

💻 Mulai Belajar Pemrograman

Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.

Daftar Sekarang

Hingga akhirnya dia menemukan bidang yang dia sukai dan kini berhasil bekerja sebagai Analyst Data Engineer di BUMN, ASKRINDO (Asuransi Kredit Indonesia). Sebuah badan usaha milik negara yang bergerak di bidang asuransi umum dan penjaminan kredit.

Simak bagaimana usaha Fadil hingga berhasil bekerja di BUMN!

Demi Keluarga Sejahtera, Tetap Memilih Jurusan Informatika Meski Tak Suka

Lahir dan besar di Batusangkar, Sumatera Barat, pemuda yang akrab disapa Fadil ini tumbuh dalam keluarga sederhana. Ibunya adalah penjual sarapan pagi, sementara sang ayah bekerja sebagai petani. 

Kondisi ekonomi yang terbatas membuat ibunda Fadil tidak bisa tamat SMP dan harus merantau sebagai asisten rumah tangga di usia belia. Namun, pengalaman pahit sang ibu justru melahirkan tekad baja: anak-anaknya harus mendapat pendidikan tinggi agar memiliki masa depan yang lebih baik.

Nilai kerja keras, disiplin, rendah hati, dan pantang menyerah memang mengakar kuat dalam diri Fadil berkat didikan orang tuanya. Akhirnya, dia pun merantau untuk kuliah di jurusan Teknik Informatika, Politeknik Negeri Jakarta (PNJ). 

Menariknya, masuk ke jurusan tech bukanlah impian Fadil. Ia memilihnya murni karena prospek karier yang menjanjikan, tanpa ada rasa tertarik sama sekali.  Meski berat, Fadil tetap bertahan dengan bekal tujuan mulia: ingin mewujudkan mimpi Ibu dan memberikan hidup yang lebih baik bagi keluarga.

“Ibu dan Ayah banting tulang supaya saya punya masa depan yang lebih baik. Dari situ saya niat kuliah tech supaya punya prospek kerja yang bagus,”

Kuliah Passionless Tersebut Akhirnya Menemukan Titik Terang

Titik balik perjalanan Fadil terjadi saat ia mengikuti Studi Independen Bersertifikat (SIB) Kampus Merdeka dan memilih program intensif Dicoding.

Awalnya, ia mendaftar hanya karena FOMO melihat teman. Dia mendaftar alur belajar Pengembangan Front-End dan Back-End Web, serta Machine Learning.

Ternyata, Fadil sangat menyukai metode self-learning yang fleksibel di dalam program intensif Dicoding. Dia merasa memiliki kebebasan untuk belajar secara optimal dan bisa memahami materi dengan lebih fokus dan mendalam membangun fundamental.

Ditambah adanya modul pembelajaran yang sangat newbie-friendly. Modul disusun secara terstruktur, dimulai dari konsep dasar dan menggunakan perumpamaan yang mudah dipahami, sehingga tidak terasa sangat technical. 

Bahkan, di akhir program, Fadil mendapatkan modul berisikan roadmap tentang pembagian pekerjaan di bidang IT secara garis besar. Siapa sangka, modul tersebut itu pada akhirnya membantu Fadil menemukan bidang yang ia sukai dalam dunia tech.

“I didn’t know where to go. Namun, satu modul dari program intensif Dicoding itu jadi setitik cahaya yang mengubah saya punya arah karier hingga di titik ini,” kenang Fadil.

Sempat Burnout Bikin Proyek, tapi Itu Jadi Portfolio Kuat

Proses belajar Fadil tentu tidak lepas dari tantangan. Saat mengikuti program intensif Dicoding, dia harus menempuh beban belajar setara 31 SKS karena ada perkuliahan di kampus yang tidak bisa dia tinggalkan. 

Bisa dipastikan dengan beban SKS sebanyak itu, keseharian Fadil dihabiskan untuk belajar. Namun, agar tidak burnout, ia menerapkan manajemen waktu yang ketat dan rutin berolahraga lari untuk menurunkan tingkat stres.

Tantangan terbesar lainnya yang dialami oleh Fadil adalah saat capstone project. Ekspektasi yang tinggi dan tenggat waktu yang ketat mengharuskannya mengelola stres, berpikir kritis, dan bekerja secara terstruktur. Namun, justru dari tekanan inilah dia memiliki mental dan kemampuan teknisnya berkembang pesat.

Fadil menyadari bahwa gap antara dunia universitas dan industri cukup besar. Tidak cukup hanya bermodal ijazah. Melalui capstone project dari program intensif Dicoding ini, Fadil akhirnya bisa menutup gap tersebut, dengan memahami masalah sekitar dan membuat project yang bisa menjadi solusi masalah tersebut. 

“Hasil dari capstone project akhirnya jadi portfolio yang bisa melegitimasi skill saya di hadapan industri,” ujar Fadil.

Berhasil Banggakan Keluarga dengan Bekerja di BUMN

Kini, seluruh kerja kerasnya terbayar tuntas. Ilmu hard skill, soft skill, dan portfolio dari program program intensif Dicoding akhirnya mengantar dia diterima bekerja di BUMN, ASKRINDO.

Dalam kesehariannya bekerja sebagai Data Analyst & Data Engineer di ASKRINDO, Fadil bertanggung jawab mengelola secara end-to-end pipeline data warehouse serta membangun dashboard interaktif untuk pelaporan strategis perusahaan.

Ia merasa pekerjaannya sangat terbantu berkat dari kelas Machine Learning dan kelas Pengolahan Pengolahan Data yang pernah Fadil pelajari di program intensif Dicoding.

Ke depannya, ia bermimpi untuk melanjutkan studi S2 di luar negeri dengan fokus pada irisan Bisnis dan Data. Baginya, data akan menjadi hal krusial di masa yang akan datang untuk mengambil keputusan strategis di perusahaan.

Akhir kata, Fadil berpesan kepada talenta digital lainnya untuk jangan takut gagal, perbanyak relasi, dan selalu mencoba pengalaman baru yang bisa membantu untuk upgrade diri.

“Kamu tidak akan pernah benar-benar siap, so just start first and experience everything!,” tutup Fadil.

Bagaimana? Jika kamu saat ini masih hilang arah di jurusan tech, ketahuilah bahwa kamu tidak sendiri. Berpegang teguhlah pada tekadmu seperti Fadil yang punya tekad menyejahterakan keluarganya, maka kamu pasti bisa melewati ini.

Tentu untuk menjaga motivasimu, kamu perlu bimbingan dan pengarah seperti Fadil. Kabar baiknya kami membuka kembali program intensif Dicoding yakni Asah 2026!

Daftarkan dirimu di program intensif Dicoding: Asah 2026! Lihat detail kelas dan benefitnya di dicoding.com/asah


Belajar Pemrograman Gratis
Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.