Cerita Achmad Fauzan, Lulusan Program Google Play x Unity Game Developer Training
Di mata Achmad Fauzan (23), mahasiswa Ilmu Komputer dari Universitas Pendidikan Indonesia, pengembangan game bukanlah sekadar karier, melainkan sebuah ‘kekuatan super’.
“Menurut saya, bisa game development sama kayak punya super power buat ngubah imajinasi jadi kenyataan,” ungkapnya kala diminta untuk menjelaskan mengapa ia memilih jalur yang tidak biasa ini.
Perjalanan Fauzan yang dimulai sejak masa SMA dan diperkuat oleh studinya di perguruan tinggi, bukan hanya tentang coding dan desain, tetapi juga tentang ambisi besar untuk memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya.
💻 Mulai Belajar Pemrograman
Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.
Daftar SekarangFauzan Ingin Membuat Keluarganya Bangga

Lahir di Kota Bandung, Fauzan adalah bungsu dari empat bersaudara. Latar belakang keluarga menjadi pendorong utama semangatnya. Sang ayah berprofesi sebagai buruh harian lepas, sementara ibunya berjualan nasi kuning di rumah. Di tengah keterbatasan tersebut, orang tuanya memiliki satu harapan sederhana. Mereka ingin Fauzan sukses dan bahagia.
“Saya ingin mengangkat derajat orang tua karena walau saya bungsu, saya adalah satu-satunya yang melanjutkan pendidikan sampai perguruan tinggi,” tutur Fauzan.
Pernyataan tersebut sangat mencerminkan nilai-nilai yang ia pegang teguh dari keluarganya, yaitu kemandirian, rasa syukur, dan pantang menyerah. Dorongan tersebut membentuk tekadnya untuk menjadi seorang game developer yang sukses.
Sertifikat Resmi dari Unity Diyakini Bisa Bantu Karier Fauzan

Ketertarikan Fauzan pada game development membawanya pada program Google Play x Unity Game Developer Training. Ia mengetahui program ini dari para alumni tahun sebelumnya. Yang membuatnya tertarik untuk mendaftar adalah kesempatan untuk mendapatkan pengakuan resmi.
“Saya tertarik untuk mendaftar karena merasa sertifikat resmi dari Unity akan sangat membantu karier saya,” ungkapnya.
Fauzan mengenang pengalaman belajarnya dengan kesan yang sangat positif. Ia menyukai sistem self-paced learning yang memungkinkannya belajar kapan pun dan di mana pun. Selain itu, ia sangat menghargai interaksi dengan para ahli.
“Belajar dalam Game Developer Training menambah banyak insight karena ada banyak webinar/session yang diisi langsung oleh expert dari Google dan Unity,” kata Fauzan.
Ia bahkan mengatakan bahwa ia hampir tidak menghadapi tantangan yang berarti selama mengikuti program. Hal itu menunjukkan kualitas materi dan pelaksanaan program Google Play x Unity Game Developer Training.
Siklus Kerja Fauzan = Impian Banyak Pencinta Game

Setelah menyelesaikan pelatihan, Fauzan mendapatkan banyak manfaat, mulai dari ilmu teknis hingga wawasan bisnis. Ia memperoleh best practice membuat game dengan Unity. Namun, yang menurutnya menjadi bagian terbaik dari program ini justru komunitasnya.
“Bagi saya, bagian terbaik dari program ini adalah mendapatkan banyak koneksi dengan pelaku industri dan game developer lain. Selain itu, community meetup dari program ini adalah kesempatan yang sangat bagus untuk berkembang di industri game,” Fauzan menjelaskan.
Dampak dari program ini pun terasa langsung dalam perjalanan kariernya. Ia berhasil diterima sebagai seorang Game Programmer Intern di Agate, salah satu studio game terkemuka di Indonesia. Di sana, ia fokus mendalami sisi teknis game development.
Fauzan bercerita bahwa tanggung jawabnya di Agate, khususnya di divisi Porting, terdengar seperti mimpi bagi pecinta game, yakni mengubah aspek teknis game PC (seperti sistem controller, save system, dan achievement) agar dapat berjalan mulus di konsol seperti PS5, Xbox, dan Switch.
“Sederhananya, siklus pekerjaan saya setiap hari adalah ngoding, main PS5, ngoding, main Xbox, ngoding, main Switch,” Fauzan berkelakar, menggambarkan rutinitas yang menyenangkan.
“Konsisten Bikin Skills Kamu Improve.”

Fauzan menekankan bahwa Google Play x Unity Game Developer Training memainkan peran penting dalam kesuksesannya.
“Pengalaman belajar saya di program ini memberikan dampak langsung untuk karier saya, webinar karier di program ini membuat saya jadi lebih siap untuk mendapatkan pekerjaan, dan sertifikat yang saya dapatkan juga di-notice oleh HR saat interview,” tegasnya.
Ia menambahkan, seluruh materi pelatihan telah membantunya me-refresh pengetahuan Unity dan menjadi skills dasar yang sangat cukup untuk bekerja di industri game. Ke depannya, Fauzan ingin terus mengasah keterampilannya di Agate. Harapan terbesarnya adalah bisa membuat game yang memberikan pengalaman yang berkesan yang dimainkan oleh banyak orang.
Kepada sesama calon Game Programmer atau Game Developer yang ingin mengikuti jejaknya, Fauzan memiliki pesan yang lugas dan memotivasi.
“Kalau mau jadi game developer, mulai aja dulu, nonton tutorial, bikin game kecil sebanyak-banyaknya, dan skills kamu pasti improve kalau konsisten.”
Ia juga mendorong para calon developer untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan seperti yang ia ikuti. “Selalu ikut saat ada program seperti Google Play x Unity Game Developer Training. Rugi banget kalau enggak ikut karena gratis dan banyak benefit-nya,” tutup Fauzan.
