Coba Coding dari SMP

Coba Coding Dari SMP, Sekarang Jadi Front End Developer

Cerita Putri Nabella, Lulusan Program Intensif Dicoding

Perjalanan karier di bidang teknologi sering kali tampak seperti lompatan besar, padahal itu dimulai dari langkah-langkah kecil. Untuk kamu para programmer pemula, kisah Putri Nabella (23) ini bisa menjadi inspirasi bahwa langkah kecil yang kamu ambil perlahan akan mengantarkanmu menjadi developer andal.

Putri mengawali ketertarikannya pada dunia tech saat masih berada di sekolah dasar karena ingin belajar mengetik cepat. Hingga akhirnya dia melanjutkan pendidikan di bidang komputer, mengikuti program intensif Dicoding, dan mendapatkan pekerjaan sebagai front end developer di salah satu rumah sakit bertaraf internasional di Banjarmasin. Penasaran seperti apa kisahnya? Simak di bawah ini!

đź’» Mulai Belajar Pemrograman

Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.

Daftar Sekarang

Waktu SD Ikut Kursus Mengetik Sepuluh Jari, SMP Mulai Mencoba Coding 

Ketertarikan Putri pada teknologi bermula sejak usia dini. Saat masih berada di sekolah dasar, dia selalu kagum melihat orang menggunakan komputer. Terutama mereka yang bisa mengetik dengan cepat dan rapi menggunakan sepuluh jari. Kekaguman sederhana ini akhirnya mendorong dia mengikuti kursus komputer setelah lulus dari sekolah dasar.

Setelah mengikuti kursus komputer itu, Putri mulai mengenal pemrograman dasar. Tepatnya saat SMP dia pertama kali mencoba menulis kode HTML “Hello World” dan menggunakan CSS untuk mengubah tampilan halaman. 

“Waktu SMP mencoba coding Hello World pakai CSS dan HTML. Sederhana, tapi bangga luar biasa saat pertama kali lihat kode saya berhasil muncul di layar,” ujar Putri.

Dari dua pengalaman kecil itu, Putri akhirnya mantap meneruskan pendidikan di SMKN 1 Gambut, Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan. Di sana hampir setiap hari ia bersentuhan dengan komputer, jaringan, dan praktik teknis. Lingkungan ini semakin menguatkan perasaannya bahwa teknologi adalah tempat yang tepat baginya. Hingga akhirnya dia lulus dari SMK dan lanjut berkuliah di Universitas Lambung Mangkurat, jurusan Ilmu Komputer.

Ingin Belajar Web Development, Putri Temukan Program yang Bisa Sekaligus Konversi SKS

Perjalanan perempuan kelahiran Banjarmasin ini berlanjut semakin jauh saat berada di jurusan Ilmu Komputer. Ketertarikannya pada dunia tech semakin terarah. Dari berbagai mata kuliah, pemrograman web menjadi bidang yang paling membuatnya bersemangat. Ada kepuasan tersendiri yang dia rasakan saat bisa melihat kode yang dia tulis berhasil tampil di depan layar. 

Dalam perjalanannya belajar web development. Dia mendengarkan pengalaman teman-teman angkatannya yang mengikuti program intensif Dicoding dan berhasil melakukan konversi SKS. Tertarik dengan hal tersebut, Putri pun ikut mendaftar. Tak tanggung-tanggung, Putri ingin mendalami web development secara menyeluruh dari sisi front end maupun back end. Dia pun memilih kelas full stack developer dalam program intensif Dicoding.

Selama mengikuti program ini, Putri merasakan kepuasan. Dia mendapatkan materi yang lengkap berbasis proyek yang membantunya cepat paham. Ia juga menemukan bahwa sistem belajar yang disediakan program intensif Dicoding cocok dengan gaya belajarnya, yang mana program intensif Dicoding menyediakan sesi belajar mandiri, ILT Session, dan pengerjaan proyek akhir.

“Pengalaman menyenangkan. Ada jadwal belajar mandiri dan ILT Session. Jadi saya bisa belajar sendiri sambil dengar musik, dan ikut ILT Session saat ada yg ingin ditanyakan”

Tantangan terbesar yang ia hadapi selama program intensif Dicoding adalah membagi waktu antara belajar di program intensif Dicoding dengan perkuliahan offline dan tugas kuliah lainnya. Untuk mengatasinya, Putri menyusun prioritas, membuat target harian, dan menetapkan urutan pengerjaan tugas. Ia membiasakan diri untuk fokus belajar terlebih dahulu sebelum beristirahat agar semua kewajiban tetap berjalan seimbang.

Fitur menarik lain yang Putri suka dari program intensif Dicoding adalah dia bisa menetapkan target dengan skala berbentuk bintang untuk setiap tugas yang dia kerjakan. Menurutnya, ini sangat memotivasi untuk menyelesaikan setiap tugas, namun tetap fleksibel bisa menyesuaikan standar kerja siswa.

“Ada fitur target berbentuk bintang. Saya bisa menentukan sendiri sebagus apa tugas yang ingin saya kerjakan nanti. Apakah cukup bintang 4 atau ingin sempurna bintang 5. Fleksibilitas ini memberi saya ruang untuk berkembang tanpa tekanan,” ujar Putri.

Melamar Kerja Tanpa Pengalaman, Putri Bisa Dapat Posisi Front End Developer Berbekal Sertifikat Dicoding

Lulus dari program intensif Dicoding, Putri merasa memperoleh banyak hal berharga: pengetahuan baru, pengalaman praktis, dan koneksi yang memperluas jaringannya di dunia tech. Selain itu, sertifikat-sertifikat yang ia peroleh dari program intensif Dicoding memperkuat CV dan profil LinkedIn-nya. 

Sebagai fresh graduate, Putri belum memiliki pengalaman kerja sama sekali. Namun, dia tidak takut kalah bersaing, karena dia sudah paham ilmu yang dia dapatkan dari program intensif Dicoding dan memiliki sertifikat keahliannya. 

Terbukti, Putri pun diterima bekerja di salah satu rumah sakit bertaraf internasional di Banjarmasin dan mendapat posisi sebagai Front End Developer di bulan ke delapan dia bekerja di sana.

“Sertifikat dicoding membuktikan kemampuan saya walau tanpa pengalaman kerja. Saya berhasil dapat posisi front end developer setelah delapan bulan bekerja” ucap Putri.

Kini, sebagai Front End Developer, Putri bertanggung jawab membangun dan mengembangkan website untuk kebutuhan internal maupun eksternal perusahaan tempatnya bekerja. Ketika menghadapi kesulitan di kantor, ia sering teringat bahwa materi tersebut pernah dipelajari di program intensif Dicoding. Ia kemudian membuka ulang kelas-kelasnya, seperti kelas JavaScript, Front-End Web, dan Back-End dasar untuk meninjau kembali materi.

Putri: “Jangan Berhenti Mencoba dan Jangan Meremehkan Kemampuan Sendiri”

Melihat ke depan, Putri memiliki rencana ambisius. Ia ingin melanjutkan studi S2 jika ada kesempatan. Di samping itu, ia bercita-cita untuk bisa membuat lebih banyak proyek-proyek yang membantu mempermudah aktivitas di sekitarnya agar lebih otomatis, rapi, dan terstruktur. 

Harapannya adalah bisa terus memberikan dampak melalui solusi teknologi yang bermanfaat. Terkhususnya, Putri ingin bisa terus membanggakan orang tua dan menjadi contoh bagi ketiga adiknya.

Bagi Putri, pencapaiannya hari ini adalah buah dari rangkaian perjalanan kecil dan panjang yang telah dia lewati sejak dini berada di dunia teknologi. Putri berpesan kepada programmer pemula agar jangan merasa kecil saat melihat pencapaian orang lain karena kita punya timeline masing-masing.

“Selama kamu terus belajar, terus melangkah, dan tidak meremehkan kemampuan diri sendiri, kamu akan sampai pada versi terbaik dari dirimu,” tutup Putri.

Kisah Putri Nabella membuktikan bahwa pencapaian tidak terjadi dalam satu malam, tapi merupakan akumulasi kesuksesan-kesuksesan kecil yang kamu raih. Ditambah dengan semangat dan strategi belajar yang bagus, kamu bisa menggapai mimpi menjadi programmer andal.

Tertarik mengikuti jejak Putri yang paham web development?

Ikuti program intensif terbaru kami yakni Tempa led by Dicoding. Kamu akan belajar menjadi web developer mulai dari nol dibimbing oleh mentor dan expert!

Daftar di dicoding.com/tempa


Belajar Pemrograman Gratis
Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.