Blog [Blog] 20 May - 7 Langkah Menjadi UI UX Designer

7 Langkah Menjadi UI UX Designer

Kata UI UX pasti sering kamu dengar, apalagi ketika kamu membuka portal lowongan pekerjaan. Maraknya permintaan profesi trending dibidang UI UX  menjadikanmu terpacu untuk belajar bagaimana menjadi UI UX Designer. Meskipun keduanya dijadikan satu posisi, pada nyatanya UI dan UX design itu merupakan  2 pekerjaan yang berbeda dalam lingkup yang sama.

Menjadi UI UX designer tidak selalu harus menempuh pendidikan bidang tertentu. Asal didalami niat dan tekun pasti kamu bisa untuk memulai karir sebagai UI UX Designer.

Quotes bagi para calon UI UX Designer

“Setiap cerita yang baik akan menghasilkan desain yang bahkan lebih baik lagi”.

(Lorinda Mamo)

Yuk, simak penjelasan di bawah ini terkait 7 langkah menjadi UI UX Designer.

#1  Mengenal Apa Itu UI dan UX Design 

Animasi UI UX

Langkah awal yang harus kamu pahami adalah UI kependekkan dari User Interface. UI mencakup aspek visual yang ditampilkan pada website maupun aplikasi mobile seperti menu, tulisan, tata letak, tombol, warna hingga tipografi. 

UI Designer diharapkan mampu membuat tampilan (interface) yang mudah digunakan oleh pengguna atau kita kenal dengan (user friendly). UI designer juga mencakup perencanaan flow untuk pengguna, serta membuat mockup atau prototype. Bagi perusahaan besar UI Designer diperlukan untuk merancang layout website ataupun aplikasi mobile. Contoh dari UI yaitu visual design.

Visual design sangat perlu diperhatikan supaya apa? Supaya membuat suatu aplikasi tampak lebih cantik (eye-catching)

Sedangkan UX kependekan dari User Experience. UX designer yaitu seseorang yang bertanggung jawab untuk kepuasaan pengguna (user) dan pengalaman yang lebih baik. Contoh ketika menggunakan aplikasi Gojek, jika kamu ingin pergi kesuatu tempat tujuan, maka lokasi penjemputan terisi otomatis berdasarkan dari gps kamu atau fitur User’s GPS.

Jadi UX atau User Experience ini memang  tidak kasat mata bagi seseorang yang bukan designer, tetapi bagi seorang designer dapat terlihat bahwa dengan mengisi lokasi secara otomatis dapat menghemat waktu dari sisi pengguna.

Pekerjaan sebagai UX designer adalah mencakup riset bagi pengguna (user research), mendesain hal-hal penting dalam user interface, mendesain juga flow website atau aplikasi mobile, serta melakukan testing. 

#2  Mengetahui Kunci Utama menjadi UI UX Design 

3 keys

Apakah kamu perlu jago design seperti kamu menguasai Adobe photoshop, illustrator, dan sebagainya? Iya, memang kamu perlu bisa design setidaknya memahami konsep dasar, tapi bagi kamu yang belum memahami banget konsep design tidak perlu khawatir bahwa kamu tidak bisa menjadi seorang UI UX Designer.

Oleh karena itu, kamu mesti mengetahui kunci utama UI UX design yang dibagi menjadi 3 bagian diantaranya : 

  • Problem

Masalah apa yang terjadi? Sebagai UX designer sendiri justru kita akan mencari suatu masalah, bukan untuk dihindari. Masalah seperti apakah yang dimaksud? Contohnya seperti latar belakang dibuat suatu flow sistem, alat untuk meminimalisir sistem manualisasi yang ada saat ini. Supaya bisa menghasilkan suatu ide ataupun solusi.

  • Solution

Bagaimana cara memperbaikinya? Dibuatnya aplikasi sebagai alat, mempunyai tampilan yang menarik, dan mudah digunakan oleh pengguna (user friendly).

  • Result

Menghasilkan suatu keluaran atau output yang mempermudah pekerjaan pengguna, bukannya malah mempersulit.

Penjelasan diatas merupakan 3 kunci utama dari seorang UI UX designer.

#3  Mempelajari dan Banyak Berlatih UI UX

learnng

Kamu yang ingin mendalami bidang UI UX harus banyak-banyak latihan baik itu dari segi UI maupun UX. Sehingga, dengan seringnya kamu berlatih, maka akan memperkaya skill mu.

Mulailah sering-sering mencari informasi terkait profesi UI UX. Kamu bisa memulai dari belajar UI yang umumnya lebih mudah terlihat dibandingkan UX. Misalnya membuat konsep desain aplikasi sederhana menggunakan adobe XD ataupun Figma. 

Untuk belajar UX kamu bisa mempelajari dengan cara membaca buku tentang UX. Contoh buku yang direkomendasikan sebagai kitabnya para designer :

  • The Design of Everyday Things (Don Norman).
  • UX for Lean Startups (Laura Klein).
  • Observing User Experience (Elizabeth Goodman, dkk).

Selain kamu belajar otodidak adapun cara belajar yang bisa membantumu menjadi seorang UI UX designer yaitu mengikuti kelas online, pelatihan-pelatihan berupa workshop, dan lain sebagainya. Lebih bagusnya jika kamu sering buat project untuk dijadikan portfolio.

#4  Memilih Tools yang Sesuai

software tools

Hal ini perlu juga diperhatikan karena dengan memilih tools yang tepat dapat membantu meningkatkan efisiensi waktu kerja. Jika kamu baru memulai belajar UI, maka disarankan menggunakan software penunjang seperti Adobe XD, Figma tools. Mengapa? Kamu dapat memilih salah satu atau kedua software tersebut karena sudah memiliki standar yang memudahkan proses desain dan dilengkapi dengan proses prototyping.

Saya pribadi sih bukan endorse (XD ataupun Figma) tapi hanya sekedar berbagi saja, mengenai tools yang mudah untuk dipelajari oleh para calon UI UX design.

Salah satunya banyak juga designer pakai Figma, baca juga : Figma, tools yang mempermudah hidup UI Designer

Sedangkan untuk UX flow kamu bisa menggunakan platform online seperti Whimsical. Di sini telah disediakan fitur yang mempermudah kamu dalam urusan perancangan sebelum diimplementasikan oleh UI designer berupa flowchart, mind maps, dan juga wireframes. Kamu bisa pelajari lebih lanjut di internet.

#5  Mencari Banyak Sumber Referensi

referensi

Sebagai UI UX designer kamu mesti banyak-banyak mencari sumber referensi. Seseorang yang mengembangkan desain harus banyak belajar juga dari sumber-sumber seperti buku, website, Youtube, dan lain sebagainya. Saya kasih saran lagi deh biar bisa sharing ilmu bukan maksud mengajarkan.

Jika kamu sedikit kebingungan mencari sumber inspirasi desain, kamu bisa kunjungi website dribble search aja di Google pasti ada kok. Hal ini bisa lebih membantumu menemukan ide untuk membuat sebuah desain website maupun aplikasi mobile.

#6  Mulailah Untuk Bergabung dengan Suatu Komunitas

photo comunity

Bergabunglah dengan komunitas baik itu berupa grup member, forum Facebook, ataupun lainnya.

Selain menambah teman-teman baru, kamu juga dapat bertukar pikiran dengan mendalami bidang profesi yang sama. Untuk menjadi seseorang yang handal di bidangnya, mengapa kita perlu menambah relasi? Menambah ilmu baru yang didapat dari teman-teman ibarat sebuah pepatah yang mengatakan “Jadikan Setiap Tempat Sebagai Sekolah, Jadikan Setiap Orang Sebagai Guru” (Ki Hadjar Dewantara).

Hal tersebut yang mendorong kamu untuk lebih berkembang dan menjadikanmu seorang UI UX designer dan banyak dikenal disekitarmu.

#7  Mengikuti Update Mengenai Design Trending

ui ux

Hal ini wajib diperhatikan oleh para calon UI UX Designer karena perkembangan desain tidak pernah ada hentinya. Desain yang baik yaitu desain yang selalu menyesuaikan dengan kebutuhan sekarang. Jadi agar terhindar dari kata kuno kamu harus selalu mengikuti perkembangan desain. Karena sebagai client atau pengguna mereka selalu membutuhkan sesuatu hal yang sifatnya kekinian atau trending.

Kesimpulannya, poin- poin diatas merupakan langkah untuk mengantarkanmu menjadi seorang UI UX Designer. Maka dari itu perbanyaklah latihan dengan membuat suatu project sederhana. Carilah banyak referensi untuk belajar, gunakan tools yang menurutmu efektif dan efisien, bergabunglah dengan komunitas atau cari mentor serta selalu mengikuti perkembangan desain.

Sekian yang dapat disampaikan. Jangan lupa beri komentar mengenai UI UX design. Terima kasih.

7 Langkah Menjadi UI UX Desain – karya Rendi Juliarto, Intern Junior Content Writer di Dicoding

 

 

 

Belajar mengembangkan aplikasi atau game dengan kurikulum yang telah divalidasi langsung oleh industri dengan Dicoding Academy.

Belajar di Dicoding Sekarang →
Share this:

Intern Junior Content Writer di Dicoding