kerja di unicorn

3 Tips Belajar Developer Proaktif agar Siap Kerja di Unicorn

3 Tips Belajar Developer Proaktif agar Siap Kerja di Unicorn

Reviewer Dicoding yang satu ini berprofesi sebagai Software Engineer di Tokopedia. Rizqi Aryansa (24 tahun) lulusan Teknik Informatika Universitas Brawijaya, Malang, punya 3 tips pola belajar agar kamu jadi developer yang proaktif dan inovatif. Sifat proaktif dan inovatif ini syarat penting agar kamu siap kerja di unicorn. 

Kuliah Saja Tidak Cukup

Sejak kuliah Rizqi sudah menanamkan mindset karir. Untuk itu, tak cukup baginya untuk mengandalkan kuliah semata. Ia pun mengumpulkan pengalaman sebanyak-banyaknya demi karir masa depan. 

Di kampus Rizqi aktif sebagai  asisten praktikum dan student employee. Ia menyambi kerja proyek bersama dosen. Hasilnya, jauh sebelum lulus kuliah, Rizqi dan tim telah mengembangkan beberapa sistem informasi, salah satunya untuk Fakultas Kedokteran Unibraw.

Rizqi mengenal Dicoding sejak 2015 saat kami hadir di kampusnya. Bermodal laptop terbatas dengan prosesor Intel Core 2 Duo dengan RAM 4 GB, ia belajar basic Android. “Suka Android karena lebih interaktif (mobile). UI nya bisa di-custom. User-friendly. Lebih bisa seamless komunikasinya sama user,” ujarnya. Kelas Belajar Fundamental Aplikasi Android -kelas ke-3 dalam alur belajar Android– ia tuntaskan pada tahun 2017. 

Namun demikian, baginya pengalaman belajar saja masih kurang lengkap. Lantas, what’s next?

Jadi Reviewer Dicoding Karena Pekerjaannya Sering diplagiat 

“Dengan berbagi, proses belajar menjadi lengkap,” ujar Rizqi. Ia membuktikannya pada tahun 2018 dengan menjadi fasilitator Google Developer Kejar, sebuah program beasiswa Google yang memberi kesempatan pada ribuan developer untuk belajar kelas Kotlin Android Developer Expert secara gratis. Sebagai fasilitator, ia bertanggung jawab sebagai mentor bagi 10 (sepuluh) peserta.

kerja di unicorn

Rizqi terpilih juga menjadi best fasilitator top 10 dan diundang ke event Google for Indonesia Developer Showcase 2018

Pada saat yang sama Rizqi mengunggah source code-nya di Github. Alhasil, alih-alih jadi bahan referensi, source code miliknya itu jadi sumber contekan banyak peserta kelas. Tentu peserta yang plagiat telah kami deteksi dini dan tangkal akunnya. Namun di saat yang sama kami penasaran dengan sosok Rizqi. Usut punya usut, rupanya submission Rizqi meraih rating kelulusan yang nyaris sempurna. 

Tanpa tunggu waktu lama, kami menawarkan peluang baginya untuk jadi Dicoding Reviewer. Ia pun lulus tes yang kami berikan. Kini sudah tahun ke-3 ia memeriksa submission peserta kelas Android di Dicoding Academy. 

Kerja di Unicorn, Karir Perdananya

Dengan segudang pengalaman yang ia miliki, Rizqi siap melangkah ke jenjang karir, tujuan akhir yang telah ia rancang-persiapkan 5 tahun lamanya. 

Rizqi mantap melamar internship alias magang di Tokopedia. Untuk diterima di sana, konsep matematika fundamental, konsep, algoritma, struktur data, oop (object oriented programming) dan praktik coding yang efisien dalam memori, harus kuat. Ada tes ngoding di whiteboard dan interview. Ia harus membuktikan pemahamannya akan konsep Android Framework . Selama 3 bulan magang, ia wajib menyampaikan laporan kemajuan (progress report) ke beberapa engineer senior. “Pressure-nya lumayan,” ujar Rizqi. 

Setelah melewati beberapa proses waktu internship, Rizqi dipercaya untuk lanjut probation sebagai software engineer. Ia pun memenuhi syarat dan kini bekerja tetap alias full time di Tokopedia. Tentu ia bangga kerja di unicorn sebagai karir perdananya.

 Sebagai seorang software Engineer, ia bertugas mengerjakan fitur baru. Karena itulah sifat inovasi dan proaktif jadi penting. Seperti apa rahasianya?

Tips Pola Belajar Developer Proaktif agar Siap Kerja di Unicorn

#1. Pelajari 1 Stack Teknologi Keahlian

Kita bebas belajar apa saja tapi untuk keahlian baiknya fokus di 1 stack teknologi saja. Untuk Rizqi sendiri, keahliannya adalah Android. “Pelajari  algoritma, matematika, dan struktur data sedari dini, bahkan sejak SMA, untuk mengasah critical thinking,” ujarnya. 

Dengan konsisten pada satu bidang, kamu tak hanya jago mengimplementasi fitur-fitur yang ada. Melainkan juga jago eksplorasi menggunakan tools pilihan sendiri demi menciptakan fitur inovatif. Baru-baru ini contohnya, ia menerapkan dependency injection dan jetpack untuk menghasilkan layanan balas diskusi (quick reply chat) lewat notifikasi yang telah rilis di app Tokopedia Seller. Behavior fitur ini kini sama dengan fitur quick reply chat di LINE, keren kan?

#2 Miliki Jadwal Belajar dan Pengembangan Diri yang Konsisten 

Perlu jadwal teratur harian untuk belajar dan mengembangkan diri. Jika tidak sempat, maka sempatkan belajar di waktu golden-time. Jangan korbankan mimpi jangka panjang kamu -kerja di unicorn atau lain-lainnya- demi kenyamanan jangka pendek. Bagaimana contohnya?  

Selepas bekerja, malam hari ia tak pernah putus belajar atau menggarap proyek freelance, jika ada. Kini ia tengah mulai mendalami alur belajar iOS developer. Sebelum tidur, sempatkanlah membaca Medium untuk topik-topik programming, sarannya. Buku favorit “Clean Code” karya Uncle Bob, rutin ia baca. 

#3 Ambil Peluang Memperkaya Pengalaman

Pengalaman adalah faktor terpenting agar siap kerja di unicorn. 

kerja di unicorn

Rizqi bersama tim developer yang ia bimbing pada GDK 2018 lalu

“Saya cukup percaya diri untuk diterima Tokopedia sebagian besar karena pengalaman saya saat jadi asisten praktikum dan Fasilitator GDK 2018 juga menjadi Reviewer Dicoding,” ujar Rizqi. 

Buat yang masih belum PD memulai, Rizqi memberi saran agar “Nekad saja dengan tekadmu. Percaya diri dengan pilihanmu. Ambil peluang. Rezeki kamu akan mengalir sendiri.” 

Suka duka jadi Reviewer Dicoding 

Bagi teman-teman peserta Dicoding Academy, Rizqi berpesan untuk mengatur waktu belajar dengan lebih baik. Jangan asal submit menjelang deadline dengan mindset ”yang penting lulus” atau “yang penting dapat sertifikat.” 

Satu-satunya cara belajar ngoding terbaik adalah belajar dari kesalahan codingan kita sendiri. Karena itu, janganlah copas. Sebaliknya, lewat submission di Dicoding, kamu sangat disarankan untuk “show off.” Kemampuan seperti ini akan sangat berguna terutama di meja interview saat kamu harus membuktikan diri bahwa kamu di atas rata-rata -bukan hanya sekedar bisa. Tentunya pelamar yang codingannya asal jalan, kemampuannya bisa saja diragukan oleh engineer (user interviewer) yang bekerja di unicorn.

Dengan jadi Reviewer Dicoding, Rizqi mengaku bisa banyak belajar pattern baru kodingan. Ia pun jadi  bisa memberi masukan tentang menulis code yang efektif dan mudah 

Saat ditanya apa hal paling menarik saat me-review, ia punya cerita menarik kala berhadapan dengan seorang peserta yang ngotot pekerjaannya diluluskan, meski plagiat. Ia juga ikut senang pernah memeriksa submission seorang dosen, padahal statusnya waktu itu masih mahasiswa. 

Menutup pembicaraan kami, ia berpesan “Jangan pernah menyerah. Konsisten dan jangan sia-siakan kesempatan yang ada. Mungkin gak datang 2 kali.”   

3 Tips Belajar Developer Proaktif agar Siap Kerja di Unicorn-end

Simak cerita lulusan kami lainnya yang juga menjadi Reviewer Dicoding dan kini bekerja di Gojek:

3 Tips dari Anak Desa: agar dapat Tawaran Kerja di Unicorn saat Masih Kuliah 

Belajar mengembangkan aplikasi atau game dengan kurikulum yang telah divalidasi langsung oleh industri dengan Dicoding Academy.

Belajar di Dicoding Sekarang →
Share this:

Editor @ Dicoding