Hands-on: Full-stack Web Deployment
Topik:
Full Stack Cloud Computing +5 lainnyaLevel: Menengah
Siswa Terdaftar
Topik:
Full Stack Cloud Computing +5 lainnyaLevel: Menengah
Siswa Terdaftar
Kemampuan menulis kode saja tidak cukup untuk menjadi Full-Stack Developer yang siap kerja. Perusahaan teknologi membutuhkan developer yang juga memahami cara aplikasi benar-benar berjalan di server produksi: menyiapkan infrastruktur, mengelola database, mengamankan koneksi dengan HTTPS, hingga mengotomasi pengujian dan pengiriman kode lewat CI/CD. Keterampilan deployment inilah yang membedakan developer yang hanya bisa membuat aplikasi, dari yang mampu membuatnya benar-benar dipakai penggunanya.
- Deployment adalah keterampilan yang dibutuhkan hampir di setiap peran developer. Menulis kode dan menjalankannya di server produksi adalah dua hal berbeda, dan kemampuan kedua inilah yang sering menjadi syarat di lowongan Full-Stack maupun Back-End Developer.
- Melengkapi portofolio dengan proyek yang benar-benar online. Aplikasi yang bisa diakses lewat tautan langsung jauh lebih meyakinkan di mata perekrut dibanding kode yang hanya berjalan di laptop.
- Menguasai alur kerja modern yang menjadi standar industri. CI/CD, kontainerisasi, dan otomasi deployment kini menjadi praktik umum di banyak tim pengembang, bukan lagi keahlian tambahan.
- Memahami cara kerja aplikasi secara menyeluruh. Belajar deployment membuat Anda mengerti bagaimana Front-End, Back-End, database, dan server saling terhubung, sebuah pemahaman yang membuat Anda lebih mandiri saat menghadapi masalah.
- Menjadi bekal langsung untuk proyek nyata maupun tugas akhir. Keterampilan yang dipelajari dapat langsung diterapkan untuk merilis proyek pribadi, proyek tim, atau capstone Anda sendiri ke internet.
Peralatan Belajar
Spesifikasi minimal perangkat:
Prosesor
Intel Dual Core (Rekomendasi Core i3 ke atas)
Tools yang dibutuhkan untuk belajar:
Web Browser (Google Chrome atau Mozilla Firefox)
Lihat semua peralatan belajar
Lihat semua peralatan belajarKelas ini membutuhkan spesifikasi perangkat seperti berikut:
RAM
4 GB (Rekomendasi 8 GB ke atas)
Layar
1366 x 768 (Rekomendasi Full HD 1920 x 1080)
Sistem Operasi
Windows, Linux, MacOS
Prosesor
Intel Dual Core (Rekomendasi Core i3 ke atas)
Kelas ini membutuhkan beberapa tools berikut:
Web Browser (Google Chrome atau Mozilla Firefox)
Command Line (Terminal atau cmd)
Teks Editor (VSCode, Atom, atau Emacs)
Metode Ajar
Online - Self-paced Learning
Fasilitas Pengajaran
Lihat semua metode ajar
Lihat semua metode ajarOnline - Self-paced Learning
Fasilitas Pengajaran
Kontributor
0Curriculum Developer yang membangun kelas ini:
Lihat semua kontributor dan reviewer
Lihat semua kontributor dan reviewerKontributor kelas
Curriculum Developer yang membangun kelas ini:
Ribuan siswa sukses belajar di Dicoding Academy. Apa kata mereka? Berikut adalah testimoni asli mereka.
Lihat semua testimoni
Lihat semua testimoniBerikut adalah beberapa pertanyaan yang paling sering ditanyakan.
Materi yang akan Anda pelajari pada kelas ini.
Memahami HAKI, studi kasus, mekanisme belajar, forum diskusi, glosarium, dan daftar referensi.
Persetujuan Hak Cipta
5 Menit
Prasyarat Kemampuan
15 Menit
Prasyarat Tools
5 Menit
Pengenalan Kelas
10 Menit
Mekanisme Belajar
15 Menit
Forum Diskusi
15 Menit
Glossarium
10 Menit
Daftar Referensi
5 Menit
Modul ini membawa Anda dari build produksi pertama hingga pipeline CI/CD otomatis untuk aplikasi React + Vite. Dimulai dari deploy manual ke Netlify agar paham prosesnya, lalu dilanjutkan dengan otomasi penuh lewat GitHub Actions.
Overview Deployment Front-End
5 Menit
Lab: Melakukan Build untuk Mendapatkan Asset Statis
15 Menit
Lab: Meluncurkan Web Statis dengan Netlify Drop
15 Menit
Lab: Menghubungkan Proyek Lokal ke Repository GitHub
15 Menit
Konfigurasi GitHub Actions (ci.yml + Vitest)
35 Menit
Lab: Meluncurkan Web Statis dengan Netlify Zero-Config
20 Menit
Lab: Menguji Alur CI/CD melalui Event Pull Request
20 Menit
Opsional: Menerapkan Branch Protection
10 Menit
Modul ini mengajak Anda membangun server sungguhan dari nol: meluncurkan instance EC2, memasang database PostgreSQL, hingga men-deploy Back-End secara manual sampai bisa diakses publik. Semuanya dikerjakan manual agar setiap komponen benar-benar dipahami.
Overview Konfigurasi Server AWS EC2 & Database
10 Menit
Lab: Mengaktifkan Billing Alert untuk Mengontrol Biaya
15 Menit
Lab: Meluncurkan Instance Amazon EC2
20 Menit
Lab: Membuat Terhubung via SSH menggunakan Key Pair
20 Menit
Lab: Mengonfigurasi Security Group
25 Menit
Lab: Memasang PostgreSQL di Server EC2
20 Menit
Lab: Membuat Database, User, dan Hak Akses
20 Menit
Lab: Memvalidasi Koneksi Database
20 Menit
Lab: Menghubungkan Repository Back-End ke GitHub
10 Menit
Lab: Men-Deploy Back-End ke Server Secara Manual
35 Menit
Memverifikasi Deployment via /api/health
10 Menit
Lab: Menutup Port Aplikasi
10 Menit
Modul ini mengotomasi seluruh proses manual di Modul 2 lewat GitHub Actions, mulai dari pengujian unit hingga deployment otomatis via SSH. Server juga dilengkapi sub domain dan HTTPS sebagai prasyarat sebelum integrasi dengan Front-End.
Overview Deployment CI/CD Backend
10 Menit
Lab: Continuous Integration untuk Back-End (ci.yml + Unit Test)
25 Menit
Lab: Menyimpan Kredensial dengan GitHub Secrets
20 Menit
Lab: Continuous Deployment dengan cd.yml via SSH
40 Menit
Lab: Mendaftarkan Subdomain dan Mengarahkannya ke Server EC2
20 Menit
Lab: Memasang NGINX Reverse Proxy dan HTTPS dengan Certbot
20 Menit
Modul ini menyatukan Front-End dan Back-End yang sudah online, lalu memastikan aplikasi bekerja penuh dari ujung ke ujung. Anda juga berlatih membaca log untuk mendiagnosis masalah, ditambah materi opsional integrasi dengan layanan AI sebagai bekal capstone.
Overview Integrasi Front-End dan Back-End
10 Menit
Lab: Menghubungkan Front-End ke Back-End via VITE_API_URL
20 Menit
Lab: Membaca Log untuk Mendiagnosis Masalah
20 Menit
Lab: Validasi Akhir: Simulasi Interaksi Pengguna
20 Menit
Materi Tambahan: Menghubungkan Aplikasi ke Layanan AI
60 Menit
Modul bonus ini mengenalkan Docker sebagai cara deployment modern: mengemas aplikasi dan database ke dalam container portabel, lalu menghubungkannya ke pipeline CI/CD yang sudah ada. Tersedia juga jalur alternatif deploy ke VPS lokal Indonesia.
Overview Deployment dengan Docker
10 Menit
Lab: Menulis Dockerfile
20 Menit
Lab: Menulis docker-compose.yml
25 Menit
Lab: Menjalankan Stack secara Lokal
20 Menit
Lab: Push Image ke GHCR
20 Menit
Lab: Menyiapkan Docker di Server EC2
30 Menit
Lab: Update cd.yml untuk Build dan Deploy via Docker
30 Menit
Lab: Menyiapkan VPS sebagai Jalur Deployment Alternatif
30 Menit
Lab: Deploy ke VPS dari Workflow yang Sama
20 Menit
Survey Akhir
0 Menit